Tentang Cahaya Temaram

Berawal dari khayalan, akhirnya kuputuskan untuk membuat blog ini. Berkhayal merupakan obat tidurku sejak Sekolah Dasar. Lebih banyak tentang kisah percintaan, yeah cinta monyet memang. Maka cerita yang dihasilkan pun hanya kisah lucu-lucuan bak alur film televisi.

Kadang aku menuntaskan khayalanku pada malam itu. Tapi sering juga cerita itu bersambung pada esok harinya, atau keesokan harinya lagi. Inspirasi bisa datang dari mana saja, buku, televisi, kisah nyata atau keinginanku sendiri.

Tak jarang aku terbawa emosi saat berkhayal. Bisa menangis sesyahdu-syahdunya sampai mataku membengkak saat bangun tidur. Satu yang pasti, khayalanku pasti berakhir manis, seperti dongeng putri raja atau kisah klise film romantis. Kenapa? Karena aku tidak ingin menciptakan trauma saat berkhayal hahaha. Biarlah ini menjadi sesuatu yang tetap indah kulakukan.

Beranjak dewasa, aku mulai belajar menulis. Sebenarnya bisa menulis adalah impianku sejak kecil, tapi entah kenapa aku tidak percaya diri untuk mencoba. Akhirnya aku memberanikan diri untuk memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan menulis. Dari situlah aku baru mulai belajar. Sampai sekarang pun tetap belajar.

Ternyata menulis malah membuat khayalanku semakin bertambah terus dan terus, sampai otakku terlalu penuh menampungnya. Semakin aku sering menulis, semakin banyak juga yang ingin dituangkan dalam kata kata. Cerita film televisi pun berganti menjadi pemikiran dan kisah tentang segala hal yang kualami sehari-hari.

Aku pun mulai menyimpan pikiran itu di buku diary, namun ternyata tidak fleksibel. Bagi jari yang sudah terbiasa menulis cepat di keyboard, menulis dengan pulpen menjadi sesuatu yang membutuhkan tenaga yang besar heu heu. Belum lagi saat tiba-tiba ingin menulis, seringkali gagal karena lupa membawa bukunya. Namun kegiatan itu kadang masih kulakukan, karena memiliki cita rasa yang lebih klasik dan hangat.

Selain itu, aku juga berharap ada orang lain yang membaca tulisanku. Memberiku masukan, atau sekedar menemaniku saat menjalin cerita. Mulailah aku berpikir untuk mempublikasikannya lewat blog.

Mungkin tulisanku akan tenggelam diantara lautan dunia maya. Menjadi hanya setitik debu diantara kehebohan konten internet. Tapi aku akan berusaha untuk terus menjaganya menyala. Seperti cahaya temaram di malam yang gelap.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s