Tulisan Random di Dini Hari

Sepertinya aku mengalami penuaan dini. Karena di usia hampir 32 aku sudah seperti orang yang tuaaaa banget.
Entah karena pengalaman aku yang sudah berhadapan dengan kematian orang-orang terdekat sehingga menyebabkan parameter kekhawatiran dalam diri ini meningkat sekitar 98 derajat.  Belum lagi rentetan pengalaman yang memperlihatkan aku bahwa semua yang aku miliki bisa hilang begitu saja dalam sekejap.
‎Tiba-tiba saja aku sering berpikir, bisa jadi ini saat terakhir aku!
Bisa jadi ini merupakan kesempatan terakhir aku. Bisa jadi sekarang adalah saat terakhir aku bertemu dengan suami aku, ibu, kakakku satu-satunya, sahabatku, dan semua orang-orang yang berar‎ti dalam hidup aku. Bisa jadi ini hari terakhir aku hidup.
Aku memang tidak tahu apakah nanti aku masih memiliki rezeki dari pekerjaan, memiliki panca indera yang lengkap,‎ atau masih merasakan kenyamanan dalam hidup aku. Tapi dari semua itu, kehilangan orang yang berarti, adalah sesuatu yang paling menakutkan.
Tak heran aku jadi sering (sangat) sentimental akhir-akhir ini. Setiap hari‎ aku memeluk erat suamiku saat berangkat kerja, bilang cinta, hati-hati, jangan ngebut dll (bisa jadi ini saat terakhir). Saat ke pulang kampung aku selalu menyempatkan diri tidur sebentar di kasur ibuku, memeluknya, sambil mendengarkan dia cerita apapun yang dia inginkan (mungkinkah itu saat terakhir?).
Semua‎ perilaku itu mengingatkan aku pada seseorang. Mirip siapa? Mirip emakku, dan semua orang tua di dunia hahahahaha.
Begitu juga saat Ramadhan, bisa jadi ini momen terakhir aku untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia. Mencari jawaban dari pertanyaan yang selalu terngiang sejak aku kecil.‎ Jawaban yang belum aku temukan seluruhnya. Atau sekedar momen untuk bersyukur.
Tiba-tiba aku paham, mengapa hampir semua ibu selalu cerewet, mengapa hampir semua ayah‎ cenderung galak pada anaknya. Mungkin mereka tidak menginginkan itu. Bisa jadi mereka sebelumnya bercita-cita jadi orang tua yang keren dengan mengijinkan anaknya melakukan apa yang dia mau. Tapi ternyata, kekhawatiran sering kali mengalahkan mereka.
Lalu, haruskah aku berkata “Selamat datang jiwa yang tua!‎”
Advertisements

One thought on “Tulisan Random di Dini Hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s