Nay dan Geyu

Ada dua makhluk yang sering menemaniku beberapa waktu belakangan ini, Nay dan Geyu. Mereka saudara kembar, tapi memiliki sifat yang berbeda.

Nay pemalu, seringkali rendah diri. Seringkali dia membutuhkan dorongan orang lain untuk tampil.

Dia senang membantu orang lain. Bukan karena dia seperti ibu peri, tapi membantu orang membuat dia merasa berarti. Perasaan yang membuat dia nyaman.

Nay tipe yang perasa. Sangat menyayangi keluarga dan sahabat-sahabatnya. Dia rela berusaha sekuat tenaga untuk membuat orang yang dia sayangi bahagia. Seringkali dia membiarkan dirinya merasa sakit, daripada orang yang ia sayangi terluka. Sikapnya itu juga yang membuat dia gampang dibodohi orang lain, juga dikhianati. Lalu dia pundung, terkadang trauma.

Tapi seringkali dia tidak tegaan bila orang yang sama datang kembali. Jika merasa terlalu sulit menerima kembali, dia lebih memilih diam dan menghindar daripada menyimpan dendam.

Nay tipe yang cengeng, tapi gampang tertawa. Baginya emosi negatif seperti beban yang terlalu berat untuk ditanggung. Akhirnya dia pun berusaha menyiasatinya dengan terus berpikir naif, untuk bertahan hidup.

Dia penyendiri dan senang menyepi. Nay bercita-cita ingin hidup di sebuah rumah nyaman dan terpencil. Melakukan pekerjaan di rumah tersebut. Hanya sesekali keluar dari tempatnya untuk bertemu dengan klien yang akan memberikan dia tambahan digit angka di rekeningnya. Setelah itu, dia kembali ke rumah untuk menghabiskan waktu bersama dengan orang-orang yang paling dekat dengannya.

Geyu tipe yang pemberontak dan penggerutu. Sikapnya itu membuat dia selalu menampilkan emosi dengan blak-blakan. Dia senang, akan disiratkan. Dia marah, akan dia luapkan. Dia benci, akan ditunjukkan.

Geyu bukan karakter yang berpura-pura tunduk, tapi membicarakan orang lain di belakang. Dia lebih suka berhadapan langsung dengan orang yang bermasalah dengannya. Jika sudah begitu, terkadang dia emosional dan berkata kasar. Sikap itu kadang membuat dia dicap kurang memiliki tata krama.

Tapi semua dia lakukan karena benci bersikap pura-pura. Dia hanya ingin jujur dengan dirinya sendiri. Dan dia akan memberikan penilaian lebih kepada orang yang melakukan hal sama kepadanya.

Dia berpikir secara logika, sering mengenyampingkan norma umum yang berlaku. Tukang protes jika dirasa ada yang tidak tepat, termasuk pihak yang disegani banyak orang. Egois jika menyangkut hal yang membuat dia nyaman. Tapi sikap logika dan egoisnya itulah yang sering membantu dia tegar dan kuat dalam menjalani hidup.

Geyu cinta bersenang-senang. Dia bisa jadi ambisius karena memiliki gairah hidup yang tinggi. Seorang pemimpi dan selalu penasaran akan sesuatu.

Nay dan Geyu. Seringkalo mereka bertengkar karena berbeda pendapat akan sesuatu. Saling mengecilkan satu sama lain. Tapi mereka saling menjaga dan tidak dapat berpisah satu sama lain. Saling memahami bahwa kehilangan sesuatu akan membuat mereka hilang seluruhnya. Mereka saling mengisi dan tidak bisa bertahan jika hidup sendiri.

Nay dan Geyu. Bisa jadi kamu hanya menyukai salah satu dari mereka. Menyukai keduanya atau membenci keduanya. Tapi aku tidak punya pilihan. Aku harus menerima keduanya. Karena mereka berdua, hidup dalam diri aku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s