Gelap dan Terang

Keseimbangan dalam Al Quran surat Ar Rahman ayat 7-9.
Keseimbangan dalam Al Quran surat Ar Rahman ayat 7-9.

Ketika matahari dilahap kegelapan
Suara kehidupan dibuat bisu oleh kelelahan
Manusia terjebak dalam imajinasi bunga tidur
Makhluk malam berpesta di setiap sudut kota

Sesosok tubuh yang letih terdiam di pojok kamar
Mencoba untuk menenangkan diri, ikut berimajinasi, lalu terlelap
Berharap bisa mendapatkan energi melalui istirahat yang panjang
Mendapatkan kebahagiaan semu melalui indahnya bunga tidur

Namun dia gagal
Kosong
Hampa
Lemah

Perjalanan mimpinya terhalang oleh berbagai persoalan yang tidak bisa dia jawab
Imajinasinya terlalu kusut untuk dibuat menjadi sulaman yang indah
Rasa rindu yang besar merenggut setiap energi yang dia miliki

Dia gagal.
Gagal melewati ratusan malam di kota itu dengan indah.
Kota yang membuat dia terpisah dengan keluarga.
Kehidupan baru yang belum bisa dia lewati dengan manis.
Dan dia pun terus berdoa, tuhan aku ingin tidur, ingin tidur, ingin tidur, tolong tuhan aku ingin tidur. Terus begitu sampai akhirnya bisa terlelap setelah ayam jantan berkokok.

Akankah dia bertahan?
Perempuan naif yang berpikir dirinya hebat bisa melewati hari dengan kesendirian. Mengabaikan semua sindiran dari segala arah yang dia temui. Mengapa kamu….? Kenapa kamu tidak…..? Semua orang berkomentar seolah mereka yang paling tahu dan benar menjalankan kehidupan.

Akankah dia bertahan?

Dia bertahan.

Karena saat matahari memenangkan pertarungan
Manusia terjaga oleh realita kehidupan
Makhluk malam bersembunyi ditelan bumi
Tiga sosok muncul memberikannya energi baru

Dia adalah seseorang berwajah masam dengan suara yang galak. Awalnya sang perempuan sangat takut untuk bercengkrama dengannya. “Mungkin dia orang yang terakhir yang aku dekati” begitu pikir perempuan tersebut.

Tapi perempuan itu salah besar. Ternyata dia orang yang berhati lembut dan selalu perhatian pada orang yang terdekatnya. Dia bisa berbuat apa saja untuk membantu perempuan itu senang. Termasuk memasak semur jengkol yang menjadi makanan kesukaan perempuan itu. Padahal dia mengaku sangat benci bau jengkol hahaha.

Lalu ada dia yang cantik dan selalu tersenyum. Dia sangat baik dan selalu berkata lembut. Saking baiknya seringkali lugu dan plinplan. Sifat yang membuat sang perempuan sering menepok jidat sendiri saat menghadapi tingkah lakunya.

Dia menjadi tempat sang perempuan bercerita banyak. Memiliki rumah bernuansa hangat yang menghapus kerinduan perempuan itu akan keluarga.

Terakhir datanglah dia yang super cerewet. Sulit untuk menghentikannya bercerita sepanjang waktu. Namun dia sangat mengayomi. Memberikan nasihat untuk tidak terus menyerah.

Dia sosok yang mejadi inspirasi sang perempuan untuk bekerja mandiri. Tidak bergantung pada perusahan manapun. Menjalani kehidupan dengan berbuat baik pada orang lain, karena percaya suatu saat pasti akan ada manfaatnya.

Malam boleh saja mematahkan semangat perempuan tersebut. Tapi siang selalu membangkitkannya kembali. Memberinya keceriaan sebelum berganti kemuraman. Begitu juga sebaliknya.

Pengalaman di kota itu membuat sang perempuan sangat memahami, tidak ada hal yang abadi. Kebahagiaan memang bisa berganti kesedihan. Tapi selalu ingatlah bahwa kesedihan juga akan berganti kebahagiaan.

Jangan pernah menyerah
Jangan pernah berhenti.

Seperti gelap dan terang, semua saling berganti, untuk mencapai keseimbangan dunia.

Untuk sahabat-sahabatku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s