Barang sang Mantan

‎Tiga hari lalu, saya baru saja mengganti foto latar belakang di twitter. Lalu mata ini langsung berhenti pada syal abu tebal di foto yang menjadi latar belakang twitter sebelumnya. Syal yang belum dikembalikan! Sama siapa? Mantan pacar hahaha.

Entah kenapa masih ada perasaan tidak rela karena dia belum mengembalikan syal tersebut. Padahal saya sebenarnya rela-rela saja memberikan barang-barang lainnya yang lebih mahal dari itu. Tapi tidak dengan syal impian yang sampai kebawa mimpi waktu pertama kali melihatnya di sebuah factory outlet.

Awalnya mikir-mikir dulu pas mau beli karena harganya lumayan. Tapi saya tak kuasa untuk memiliki syal indah, tebal, dan lembut yang diimpor dari negeri asal Pangeran George dan Putri Charlotte tersebut. Akhirnya saya memutuskan beli syal itu dengan menabung terlebih dulu selama dua bulan.

Tapi kalau dipikir-pikir bisa jadi dia tidak mengembalikan syal karena menyangka saya memberi, bukan meminjamkan. Ceritanya saya mengirim syal itu waktu si dia lagi kerja di luar negeri dan sedang merasakan musim dingin yang suhunya ajib. Bak pucuk dicinta ulam pun tiba, bos saya di kantor ada yang akan melakukan perjalanan dinas ke negara tersebut. Ya udah saya titip deh syal itu setelah sebelumnya disemprot dengan parfum yang saya pakai hehehe.

Seingat aku sih udah bilang “aku pinjemin yah”. Tapi mungkin dia lupa, atau bisa jadi aku yang lupa ngomong yah hahaha. Tapi sudahlah, ada baiknya diikhlaskan saja. Apalagi setelah putus, saya ubek-ubek lemari, dan hasilnya si mantan lumayan juga ya ngasih banyak cendera mata sama saya. Cendera mata yang dia kasih misalnya kalung mutiara, jaket Guess, boneka dll.

Sempet mikir sih, mau diapain ya tuh barang? Disimpan, cuman menuh-menuhin lemari doang. Dikembalikan, gak tau juga dia ada di negara mana sekarang, udah gak kontak lagi. Dipake, nggak banget deh. Kebayang gak sih kalau saya lagi jalan-jalan pakai jaket itu, tiba tiba ketemu mantan, gengsi bangeeeet hahaha.

Terus kalau dibuang, sayang banget ya masih pada bagus, dan harganya juga lumayan kayaknya. Akhirnya dari pada mubazir, saya hibahkan barang-barang itu sama sodara dan teman-temanku. Mereka senang, aku pun plong.

Bagaimana dengan kamu? Apa yang kamu lakukan pada barang sang mantan? Iseng-iseng saya pun melakukan survey kecil-kecilan sama 12 teman perempuan dan 12 teman pria yang kece-kece. Survey dilakukan pada orang-orang terpilih dengan rentang usia 21-33 tahun. Ada tiga pertanyaan yang diajukan :

  1. Apa yang kamu lakukan terhadap barang-barang pemberian mantan pacar setelah putus? Disimpen, dipakai, dibuang, atau dikasih ke orang lain? Apa alasannya?
  2. Pemberian apa yang paling mahal, atau paling berarti dari mantan? Lalu apa yang kamu lakukan terhadap barang itu?
  3. Suka teringat gak setiap liat barang dari mantan?

Dari hasil survey tersebut disimpulkan bahwa sebagian besar pria lebih memilih untuk tetap menyimpan bahkan tetap memakai barang pemberian dari mantan. Tapi menyimpan tersebut bukan karena masih tidak bisa move on sama sang mantan, justru karena mereka kebanyakan cuek dan lebih memikirkan kegunaan barang tersebut (ngakunya sih begitu). Ada juga yang masih menggunakan barang tersebut untuk menghargai ketulusan sang mantan. Sebagian mengaku menyimpannya tapi dibiarkan begitu saja sampai tidak tahu keberadaannya saat ni.

Hanya dua dari mereka yang memilih untuk membuangnya. Alasannya supaya tidak ingat lagi atau lemarinya sudah penuh. Namun tidak ada satupun yang berpikir untuk memberikannya pada orang lain.

10 dari 12 pria menyimpan bahkan masih menggunakan barang pemberian mantan

Lain halnya dengan pengisi survey perempuan. Setidaknya tujuh dari 12 pengisi survey perempuan lebih memilih untuk membuang atau memberikan barang-barang tersebut pada orang lain. Alasannya supaya bisa lebih cepat melupakan sang mantan dan tidak teringat lagi. Mungkin karena perempuan lebih baper ya alias bawa perasaan hehehe.

Tapi tiga diantara mereka masih memakai barang yang diberi sang mantan karena masih berguna. Sementara dua orang lagi menyimpan barang sang mantan sampai hilang begitu saja.

7 dari 12 perempuan membuang atau memberikan pada orang lain barang pemberian mantan

Bagian lain yang menarik dari survey ini adalah ternyata pacar perempuan lebih royal daripada pria. Ya, banyak pengisi survey pria mengaku menerima barang yang harganya lumayan sewaktu pacaran dengan mantannya dulu, seperti telepon genggam, smartphone, cincin emas, jam tangan, sweater dan jaket. Saya tidak tahu pasti alasannya. Bisa jadi karena pengisi survey pria saya mantan pacarnya pada kaya-kaya, atau bisa juga karena perempuan itu kalau jatuh cinta suka gak pake logika. (Lalu menyanyi lagu Agnes : “cinta ini, kadang-kadang tak ada logika”).

Sementara untuk perempuan, rata-rata barang yang dikasih pacar prianya standar, bahkan ada yang bilang gak pernah dikasih apa-apa selama pacaran (kasihan kamu dek *puk puk). Ada sih dua orang yang diberi telepon genggam dan satu orang dikasih kamera saku sama pacarnya. Mirisnya satu diantara mereka harus mengembalikan telepon genggam itu karena diminta lagi sama sang mantan setelah putus. Sadis.

Apapun itu, hampir semua dari mereka menjawab akan ingat pada sang mantan saat melihat barang tersebut. Tapi sebagian besar dari mereka langsung ngomong kalau perasaannya udah biasa-biasa aja tuh liat barang-barang pemberian mantan tersebut. No Hard feeling laaah. Yakin?

Advertisements

One thought on “Barang sang Mantan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s