Sahabat Mars dan Venus

Ini buku buat bantu kita ngertiin pola pikir lawan jenis. For me it works!
Ini buku buat bantu kita ngertiin pola pikir lawan jenis. For me it works!

Pernah gak sih kamu punya temen lawan jenis yang emang bener-bener temen? Kamu bisa ngobrol barengan apa saja tanpa harus jaim. Bisa bebas cerita apa saja tanpa takut rahasia kamu bocor. Bisa mengemukakan pendapat apa saja tanpa takut dihakimi. Bisa lakuin semua kegiatan bareng-bareng, dan ya udah sih gak ada apa-apa.

Kalau buat aku pribadi, punya temen pria atau perempuan ada kelebihan masing-masing. Dan aku termasuk orang yang beruntung pernah punya keduanya.

Ada kelebihan punya sahabat perempuan yang gak bisa dimiliki pria. Rasa simpati dari mereka, ceriwisnya gak bisa digantiin sama temen pria yang paling baik dan rame sekalipun. Sebagai perempuan ada masanya aku tiba-tiba pengen nangis sendirian tanpa sebab, ngerasa gak penting dan sebagainya. Kata penulis buku “Men are from Mars, Women are from Venus” John Grey, itu masa dimana perempuan sedang masuk dalam “sumur”. Hal itu wajar-wajar aja sih, malah ada siklusnya.

Di saat itulah geng cewe dengan sigap hadir memberikan P3K alias pertolongan pertama pada kesedihan. Dan mereka langsung tune in, tau apa yang dilakukan buat bikin temennya ngerasa lebih baik tanpa harus nanya ini itu hehehe.

Tapi ada masanya sahabat pria aku butuhkan sebagai penyeimbang. Mereka sering aku percaya untuk menjaga rahasia dan juga pendengar yang paling baik. Dan yang belum bisa tergantikan sama teman perempuan adalah pola pikir sahabat pria yang lebih banyak pakai logika. Pola pikir mereka bantu aku banget buat memutuskan sesuatu atau juga mengetahui sudut pandang lain dalam suatu masalah.

Tapi ternyata setelah salah satu atau keduanya dari kita menikah…jreng jreng! Tiba-tiba aja kita dipaksa buat putus pertemanan dengan sahabat lawan jenis begitu saja. Satu alasan utamanya adalah pasangan yang cemburu heuheu. Namun meskipun pasangan bisa menerima persahabatan kita sebelumnya, tetep saja perpisahan itu ada karena perasaan gak enak atau alasan kepatutan. Kalau pun masih silaturahmi juga tetap saja jadi merenggang, gak sebebas dulu lagi, lalu mundur pelan-pelan. Hwaaaaa.

Beda sama sahabat yang datang dari planet yang sama alias sama sama perempuan atau sama sama pria. Kita bisa bisa aja melanjutkan pertemanan itu sampai kapanpun. Paling kendalanya adalah waktu yang berkurang karena fokus ngurus keluarga. Tapi di saat-saat tertentu, pertemanan bisa lanjut terus tanpa banyak syarat.

Padahal buat aku pribadi, sahabat sama pentingnya dengan pacar! Ya gak phot? (colek sahabat aku waktu SMA, kami pernah sepakat ninggalin gebetan gara-gara ternyata orangnya sama hahaha. Demi untuk kelanggengan persahabatan). Jadi kesimpulannya ditinggalin temen sama kosongnya dengan ditinggalin pacar!

Lalu ada yang bilang, lah kan suami/istri itu sahabat terbaik. Iya, bener banget! Dan aku beruntung juga bisa merasakannya. Tapi kan tidak semua orang nikah muda. Contohnya saja saya yang menikah di ujung umur 20-an.

Nah dalam perjalanan sebelum bertemu jodoh itu, saya banyak menemukan sahabat pria yang biasa berbagi cerita dan menghabiskan waktu bersama. Di situ mereka dah dapat tempat tertentu dalam hidup saya, sama proporsinya dengan sahabat perempuan. Dan kalau salah satu dari mereka pergi, serasa ada tempat yang kosong gitu.

Tapi mau gimana lagi. Pada akhirnya terjadilah hukum dunia, bahwa hidup adalah pilihan (bukan iklan rokok apalagi kampanye capres). Sahabat emang sama penting dengan pacar, tapi suami/istri stratanya lebih tinggi dari pacar. Jadi ya udah deh, dah ngerti kan jawaban pilihannya.

Namun tetep saja, kekosongan yang ditinggalkan itu ngenesnya sadis sodara-sodara. Bisa gak sih semuanya berjalan biasa-biasa saja gitu tanpa banyak syarat? *maruk

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s