Cerita Pahit Teh Hitam Indonesia

Gambar diambil dari halaman wikipedia
Empat jenis teh. Gambar diambil dari halaman wikipedia

Saat sedang menyeduh teh di sela sebuah acara di hotel, seorang teman menyapa saya dengan mimik wajah serius.

“Mbak mbak, ko tehku gak item-item ya,”kata dia dengan kening berkerut sambil mencelup-celup kantong teh dalam cangkirnya.

Aku pun melihat label tehnya, lalu berkata padanya.

“Sayang, itu teh hijau”

“Oooh” dia pun mengangguk-ngangguk, entah tanda mengerti atau tambah bingung hahahaha.

Well temanku gak sendiri sih. Aku pun dulu sempat begitu, menganggap semua teh itu warnanya merah tua bahkan coklat kehitaman. Kayaknya kalau belum gelap belum poll gitu.

Padahal sebenarnya secara umum ada empat jenis teh yaitu teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih. Empat jenis teh itu memiliki penampakan, aroma, dan rasa berbeda yang dipengaruhi oleh proses fermentasinya. Jadi, mau dicelup-celup sampai berapa kali juga kalau teh hijau mah warnanya gak bakalan jadi item hehehe.

Tapi karena Indonesia merupakan salah satu negara penghasil teh hitam terbesar di dunia, jadi wajar aja kalau teh jenis ini yang paling akrab dalam kehidupan kita sehari-hari. Dari empat jenis itu, teh hitam memang memiliki warna yang paling pekat, rasa yang paling sepet dan pahit.Seperti kopi, teh hitam juga memiliki kandungan kafein tinggi. Jadi meminumnya berpengaruh sama orang yang memiliki mag bermasalah atau sulit tidur.

Nah sebagian besar orang Indonesia juga mengenal teh sekedar minuman pelepas dahaga. Berbeda dengan di negara-negara lain yang menganggap teh merupakan minuman yang bisa dibuat mahal bahkan dinikmati kalangan tertentu seperti bangsawan.

Selain karena faktor budaya, menurutku hal itu juga karena sebagian besar dari kita terlampau akrab dengan jenis “teh murah”. Padahal jangan salah, ternyata banyak sekali teh premium yang diproduksi oleh Indonesia. Jika disebut premium, tentunya karena teh itu memiliki kualitas rasa yang tinggi. Sebagai informasi ada jenis teh tertentu yang harganya mencapai jutaan rupiah per kg.

Lah terus ko kita kagak familiar yak sama merk-merknya? Wajar aja, karena, ini berita buruknya, teh kualitas premium Indonesia itu ternyata sebagian besar dijual polos alias tanpa merk ke luar negeri guys. Terussss sama pabrik luar negeri teh itu diolah, dilabeli, lalu dijual mahal tanpa ada embel embel “from Indonesia” apalagi “made in Indonesia” hwaaaaaaaaa :((
–> aku bingung deh, kenapa setiap berbicara kekayaan bumi Indonesia, ujung-ujungnya selalu bikin gubrak!

Emang sih ada sekitar 10 persen hasil teh premium kita yang dilabeli merk Indonesia. Tapi merk-merk Indonesia itupun kalah bersaing dengan merk-merk asing, terutama untuk pasar kelas atas. Alhasil teh premium label Indonesia kembali merangsek ke pasar bawah atau mentok-mentoknya kelas menengah.

Padahal teh hitam Indonesia banyak dicari produsen dunia. Bahkan menurut pakar teh Ratna Somantri, teh Indonesia menang dalam blind test di Jepang.

Salah satu keunggulan teh hitam produksi Indonesia karena memiliki rasa dan aroma yang kuat. Jadi kalau diolah serta dicampur dengan bahan lain, rasa dan aroma tehnya tetap terasa. Termasuk dengan bahan campuran yang memilki rasa kuat serta cenderung dominan, seperti kayu manis dan rempah.

Berbeda dengan teh hijau misalnya. Berdasarkan pengalamanku menikmati teh hijau melati, rasa dan aroma teh hijaunya udah kebanting banget sama melatinya itu. Apalagi kalau dicampur bahan lain yang agak bertentangan gitu.

Tapiii, lagi lagi tapi, keseringan dicampur ini juga bisa jadi boomerang buat teh hitam Indonesia. Sebab, orang-orang jadi banyak yang gak kenal sama citra rasa asli teh khas negeri kita ini. Jadi guys, kalau bukan kita, siapa lagi yang bisa melestarikan teh asli Indonesia ini? (tdk)***

Referensi :

Www.indoteaboard.org
http://balittri.litbang.pertanian.go.id/
http://m.okezone.com/read/2014/10/25/298/1056945/teh-hitam-indonesia-jadi-boomerang

Advertisements

2 thoughts on “Cerita Pahit Teh Hitam Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s