Diary Teh

Ada yang berbeda dari kehidupan yang saya jalani saat berusia di atas 30 tahun. Semuanya terasa berjalan begitu cepat. Saya pun jadi sering berkata “Ya ampun, sudah akhir pekan lagi, sudah akhir tahun lagi, sudah bertambah usia lagi”

Hal itu berbeda saat saya masih sekolah dulu. Semuanya terasa berjalan lebih lambat. Mungkin karena saya harus melewati tahapan kelas di sekolah satu persatu. Belum lagi timbul rasa penasaran, seperti apa ya menghadapi dunia saat dewasa nanti. Jadinya saya justru menanti pergantian waktu yang membuatnya seperti berjalan lambat. Apalagi kalau sedang patah hati, waktu serasa berhenti karena merasa itulah masalah paling berat di dunia, duh…

Tapi tidak dengan sekarang. Saya seperti terjebak dalam rutinitas yang dijalani setiap hari. Entah karena kehidupan saya yang dijalani di ibukota sehingga semua berjalan dengan begitu cepat, atau ada alasan lainnya.

Tiba-tiba saja saya takut jika suatu pagi nanti akan bangun pagi di usia 40 lalu bertanya-tanya, kemarin apa yang saya lakukan? Lewat begitu aja gitu?

Oleh karena itulah saya merasa perlu melakukan sesuatu yang bisa “menghentikan” waktu saya. Menurut saya pribadi, manusia perlu momen untuk melepas rutinitas sehari-hari yang begitu cepat. Manusia perlu merenung tentang tujuan hidup ini sebenarnya. Momen ini seperti penghalang bagi arus deras di sungai yang dalam, lalu merubahnya menjadi aliran air yang tenang dan menyejukkan jiwa.

Selain berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir, menurut saya momen yang paling pas untuk melakukan hal itu adalah saat melihat senja. Kecantikannya tidak pernah gagal membuat hati saya terenyuh dan merenung tentang kehidupan. Tapi rasanya sulit menemukan momen itu dengan situasi dan ritme kerja di Jakarta yang saya tempati sekarang.

Akhirnya saya pun menjatuhkan pilihan pada teh untuk membantu menghentikan waktu tersebut.

Gambar diambil dari coolbreezebeverages.com
Gambar diambil dari coolbreezebeverages.com

Teh, bukan minuman yang asing bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Saya pun mengenalnya dari ibu saya yang lebih suka mengkonsumsinya tanpa gula atau susu.

Tapi lain halnya jika minuman itu kita nikmati sebagai momen khusus, bukan hal yang dilakukan sambil melakukan pekerjaan lain. Bisa sendirian atau mengobrol dengan orang yang membuat kita nyaman. Waktunya bisa kita atur, apakah 10 menit atau dua jam. Suka-sukamulah. Yang penting adalah menghayati proses pembuatannya, lalu gunakan semua panca indera untuk menikmati warnanya, aromanya, rasanya dan perasaan lebih baik setelah meminumnya.

Ada berbagai jenis teh yang bisa kita nikmati. Semua memiliki cara tersendiri untuk diseduh dan dikonsumsi. Inilah yang membuat sebagian orang menganggap minum teh merupakan prosesi yang ribet karena terlalu banyak aturan. Tapi hey, bukankah itu tujuan kita? Melepaskan diri sejenak dari dunia yang serba instan dan cepat.

Dan supaya petualangan dengan teh tidak berlalu begitu saja, saya pun merasa perlu menuliskannya dalam blog ini (sekaligus membuat blog ini menjadi bias, antara pengalaman pribadi, tulisan fiksi dan diary teh hahahaha). Tapi biarlah pembaca melihat blog ini sebagai sedikit cerminan dari diri saya saja, bukan sesuatu yang terlalu serius untuk hal-hal tertentu.

Tentu saja dengan segala kerendahan hati, saya mengatakan bahwa saya hanyalah orang yang baru menikmati teh. Saya bukan ahli teh yang bisa melakukan penilaian mendalam. Saya hanya menuliskan tentang apa yang saya lihat dan rasakan saat meminum teh, lalu menambahkannya dari berbagai sumber yang di baca.

Saya akui perlu banyak belajar. Belajar menikmati dari hati. Karena hidup terlalu berharga untuk dilewati dengan rutinitas. Dolce far niente!

(tdk)***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s