Cita Rasa Spesial, Indonesian Specialty Coffee

berbagai macam specialty Indonesia yang belum dipanggang. Perhatikan bentuk dan warnanya saja sudah berbeda. Belum lagi testur dan belahan kopinya.
Berbagai macam specialty Indonesia yang belum dipanggang. Perhatikan, bentuk dan warnanya saja sudah berbeda. Belum lagi testur dan belahan biji kopinya.

Selamat hari kopi internasional!

Telat bu…iya sih seharusnya hari kopi internasional jatuh pada 1 Oktober 2015. Saya pun sudah menyusun bahan-bahannya kemarin, tapi tiba-tiba internet mati! Dan baru nyadarlah pagi ini, ternyata udah abis kuotanya hohoho.

Oke lanjut. Kemarin-kemarin, beberapa teman ngobrol, meminta aku buat nulis tentang kopi juga. Waduh, gimana ya aku kan gak tau banyak dan gak suka-suka amat sama kopi. Jadi seperti belum dapat feeling buat menulisnya.

Tapi berhubung sekarang momennya masih nuansa hari kopi, aku langsung mendapatkan rasa untuk membuat tulisan ini. Apalagi kemarin sempat merayakan hari kopi dengan menikmati racikan Iwan Setiawan, barista peringkat ke-13 pada World Latte Art Championship ( WLAC) 2015. Hmmm..makasih mas Jon!

Pada waktu yang sama, aku juga sempat sedikit ngobrol-ngobrol sama trader kopi, Rendra dan Elvi. Merekalah orang-orang yang sering memenuhi permintaan kopi specialty Indonesia baik di dalam maupun luar negeri.

Pecinta kopi di seluruh dunia ini bisa dibilang sangat peka terhadap cita rasa. Mereka bisa membedakan cita rasa kopi meskipun dengan jenis yang sama. Setelah ditelusuri, ternyata ada empat faktor yang bisa mempengaruhi cita rasa dalam secangkir kopi yang akan kamu minum.

Faktor pertama yaitu dimana kopi itu ditanam dan siapa yang menanam. Secara umum, kondisi iklim di Indonesia memiliki kelebihan tersendiri. Tingkat petir di Indonesia sangat tinggi dan mendukung terciptanya unsur hara yang dibutuhkan untuk menumbuhkan biji kopi dengan cita rasa berkualitas.

Tapi ternyata keunikan kopi Indonesia tidak hanya terletak sampai di situ. Karena beda kebun saja, bisa menghasilkan biji kopi dengan cita rasa yang berbeda. Selain unsur hara dalam tanah, cara membudidayakan kopi sangat berpengaruh terhadap rasa itu sendiri. Biasanya para petani kopi tersebut sering melakukan eksperimen sendiri agar kopi yang dihasilkan di kebunnya memiliki cita rasa paling optimal.

Itulah sebabnya, tak jarang eksportir biji kopi Indonesia mencantumkan asal komoditas tersebut secara detail. Bahkan desa tempat kebun kopi itu berada pun ditulis dalam label. Kebayang gak sih konsumennya pasti orang yang benar-benar fanatik sama kopi.

Nah konsumen-konsumen itulah yang menjadi sasaran bagi Indonesia untuk menawarkan specialty coffee. Istilah tersebut merujuk pada keunikan rasa dari biji kopi yang diproduksi pada iklim dan wilayah tertentu. Kopi-kopi yang masuk dalam kategori ini memiliki harga jual tinggi. Meskipun demikian, pangsa pasarnya di dunia saat ini terus mengalami peningkatan.

Saat ini, Indonesia memiliki berbagai jenis kopi specialty yang dikenal di dunia seperti kopi Gayo, kopi Mandailing, kopi Lampung, kopi Java, kopi Kintamani, kopi Toraja, kopi Bajawa, kopi Wamen, dan kopi Luwak. Berdasarkan hasil cupping test, kopi-kopi specialty Indonesia tersebut mendapatkan skor lebih dari 90. Sementara syarat kopi mendapatkan predikat specialty harus memenuhi skor minimal 80. Kece!

Selain itu, terdapat 10 kopi di Indonesia yang memiliki indikasi geografis. Kopi tersebut adalah Kopi Arabika Gayo, Kopi Sumatera Arabika Simalungun, Kopi Robusta Lampung, Kopi Arabika Java Preanger, Kopi Java Arabika Sindoro Sumbing, Kopi Ijen Raung, Kopi Arabika Kintamani Bali, Kopi Arabika Kalosi Enrekang, Kopi Arabika Toraja, dan Kopi Flores Bajawa.

Setelah kebun kopi, faktor kedua yang menciptakan cita rasa berbeda adalah cara pemanggangannya. Beda cara pemanggangan, berbeda juga cita rasa yang dihasilkan. Beda orang yang memanggang, bisa beda juga cita rasanya.

Nah menurut pengakuan trader, banyak biji kopi di Indonesia yang diekspor sebelum dimasak. Katanya sih supaya kopinya bisa lebih tahan lama disimpan. Apalagi persediaan biji kopi specialty di Indonesia masih belum bisa konsisten tergantung pada masa panen petani. Itupun kebutuhan kopi untuk dieskpor seringkali masih rebutan dengan kebutuhan pasar dalam negeri.

Faktor yang ketiga yaitu tergantung dari tangan dingin barista atau si penyaji kopi. Selain cita rasa, para barista itu pun seringkali memberikan sentuhan seni secara visual pada secangkir kopi. Misalnya saja gambar hati atau angsa. Hasil karya mereka inilah yang sekarang marak dipampang di media sosial oleh para penikmat kopi lengkap dengan caption “sore-sore gini asiknya ngopi dulu” atau “hanya secangkir kopi yang mengerti perasaanku hari ini”.

Setelah lama mengantri, ibu yang memegang kopi ini sangat terpesona karena ada bunga di cangkir kopinya. Sampai 30 menit dia tidak meminum kopi ini sama sekali, hanya memegang gelasnya sambil memperlihatkannya pada teman-temanya. Setidaknya hari kopi internasional bisa membuat banyak orang tertawa.
Setelah lama mengantri, ibu yang memegang kopi ini sangat terpesona karena ada bunga di cangkir kopinya. Sampai 30 menit dia tidak meminum kopi ini sama sekali, hanya memegang gelasnya sambil memperlihatkannya pada teman-temanya. Setidaknya hari kopi internasional bisa membuat banyak orang tertawa.

Last but not least, ini faktor yang tidak kalah menentukan. Dan ini merupakan teori saya sendiri.
Jadi menurut saya, cita rasa kopi akan ditentukan oleh….dengan siapa kamu meminum kopi hehehe.

Tapi emang bener kan? Kalau meminumnya dengan saya, para pecinta kopi pahit pasti akan kecewa berat, karena saya terlalu manis pemirsah. Hahahahahahahahahaha. *ngoeeeengkelindestruk. (tdk)***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s